Kaspod Soroti Rendahnya Literasi Masyarakat Indonesia dalam Episode Terbaru

Semarang, 14 April 2024 – Dalam episode terbaru podcast Kaspod, duo host Arif Kasmin dan Ella Kasmin mengupas isu penting terkait rendahnya tingkat literasi masyarakat Indonesia. Diskusi ini terinspirasi dari kasus korupsi besar yang merugikan negara hingga Rp271 triliun, yang turut memunculkan fenomena salah paham di kalangan warganet.

Kasus Korupsi Rp271 Triliun dan Salah Sasaran Kritik
Arif membuka pembahasan dengan menyoroti kasus korupsi fantastis yang melibatkan sejumlah nama besar, seperti Harvey Moeis, suami dari artis Sandra Dewi, dan Helena Lim. Namun, ia juga menggarisbawahi kejadian unik yang terjadi di dunia maya.

“Sejumlah warganet malah menyerang Dewi Sandra, mengira bahwa suaminya yang terlibat dalam kasus ini. Padahal, Sandra Dewi dan Dewi Sandra adalah dua individu yang berbeda,” ungkap Arif.

Cerminan Rendahnya Literasi Masyarakat
Ella menjelaskan bahwa kejadian ini menunjukkan rendahnya tingkat literasi masyarakat Indonesia. Berdasarkan data UNESCO, indeks minat baca di Indonesia hanya 0,001%, yang berarti hanya segelintir orang yang benar-benar membaca dan memahami informasi dengan baik.

“Masyarakat kita sering tidak mau memverifikasi informasi lebih lanjut. Akibatnya, mereka mudah salah paham atau bahkan menyebarkan informasi keliru,” jelas Ella.

Pentingnya Literasi Digital
Arif menegaskan bahwa literasi di era digital bukan hanya soal membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan mengolah informasi secara kritis. “Kemampuan memahami konteks dan mengevaluasi informasi sangat penting agar masyarakat tidak mudah terjebak hoaks atau kesalahan informasi,” katanya.

Ella menambahkan, “Literasi itu mencakup bagaimana kita memproses informasi secara bijaksana sebelum menyebarkannya. Hal ini sangat relevan di tengah derasnya arus informasi saat ini.”

Ajakan untuk Meningkatkan Literasi
Menutup diskusi, Arif dan Ella mengajak pendengar untuk bersama-sama meningkatkan literasi, baik literasi baca tulis maupun literasi digital.

“Langkah sederhana seperti membaca dengan saksama, memahami konteks, dan memverifikasi informasi sebelum menyebarkannya dapat memberikan dampak besar dalam mencegah kesalahpahaman,” ujar Ella.

Podcast ini memberikan pengingat penting bahwa literasi adalah fondasi yang dibutuhkan untuk membangun masyarakat yang kritis, cerdas, dan bijaksana dalam menyikapi informasi. Dengarkan diskusi lengkapnya hanya di Kaspod melalui tautan berikut: Kaspod Episode – Literasi Digital.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

one × five =